Article Detail
Hari Studi Pembantu Pelaksana dan Satpam
Sabtu 28 November 2020 Bapak pembantu pelaksana dan satpam belajar bersama dengan Bapak Paul Iskandar mengenai pembuatan eco enzim. Enzim Eco ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan Pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik.
Jadi eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.
Apa manfaat Eco Enzim?
Karena kandungannya, eco Enzyme memiliki banyak cara untuk membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai pupuk ), perawatan tanah dan juga membersihkan udara yang tercemar. Selain itu bisa juga ditambahkan ke produk pembersih rumah tangga seperti sampo, pencuci piring, deterjen, dll.
Pembersih enzim ini 100% natural dan bebas dari bahan kimia, mudah terurai dan lembut di tangan dan lingkungan. Air ini juga penolak serangga alami yang membuat semut, serangga dll menjauh. Saking alaminya, setelah digunakan untuk pel, cairan ini juga bisa dipakai untuk menyiram tanaman. Eco Enzyme juga dapat digunakan untuk merangsang hormon tanaman untuk meningkatkan kualitas buah dan sayuran dan untuk meningkatkan hasil panen. Jadi pada intinya adalah ekonomi sirkuler yang terbaik.
Nah sebagai pelaksana di sekolah kita akan membuat eco enzim sebagai bentuk kepeduliaan kita terhadap lingkungan.
Hari Studi Pembantu Pelaksana dan Satpam
Meminimalisir sampah, itu tema hari studi pembantu pelaksana hari Sabtu, 24 April 2021. Narasumber dalam HSPP kali ini adalah Bapak Lukas Daswanto dari kantor wilayah Bengkulu. HSPP bulan ini masih dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom dengan moderator Ibu Maria Lumban Gaol, S.Pd Tim KPKC Bengkulu.
Dalam HSPP kali ini, Pak Lukas menjelaskan bagaimana cara memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah dipakai termasuk sampah palstik, daun, dan sebagainya menjadi barang baru yang bisa digunakan kembali. Dimulai dari pemilahan sampah dan berkreativitas menciptakan barang yang bisa digunakan kembali, maka kita dapat meminimalisir sampah yang ada di sekitar kita.
Terimakasih Pak Lukas untuk sharing ilmu nya buat kami semua. Yuk kita peduli...
Hari Studi Pembantu Pelaksana dan Satpam
Sabtu
(31/7/2021), Semua bapak-bapak berkumpul secara virtual dengan zoom bersama mengikuti
hari studi pembantu pelaksana. HSPP ini secara nasional 7 wilayah Tarakanita.
Narasumber HSPP bulan Juli ini Bapak Markus Uday Udayana dan Bapak Agustinus Wiyarto
pembantu pelaksana dari SD Citra Raya.
Materi
HSPP bulan Juli ini adalah memanfaatkan kayu dan pralon bekas menjadi barang
multiguna. Acara ini di moderator oleh Bapak Ignatius Sujito, Guru SD Citra
Raya. Di awal acara Bapak Arya Saputra sebagai Kepala Biro SDM Yayasan Tarakanita
memberikan peneguhan dan pemahaman akan manfaat HSG dalam masa pandemi.
Materi
pertama disampaikan oleh Pak Uday,tentang memanfaatkan kayu yang tidak dipakai untuk
dimanfaatkan Kembali sebagai tatakan hand sanitizer, papan tempat laptop, dan sebagainya. Materi
kedua disampaikan oleh Pak Agustinus mengenai pemanfaatan pralon bekas.
Di akhir acara, Ibu Ruliyati sebagai Kabiro Umum dan ketua
tim KPKC nasional memberikan peneguhan dan penguatan kepada semua peserta akan
memanfaatkan barang-barang di sekitar untuk menjadi barang lebih bermanfaat.
-
there are no comments yet